1. Modul Apache (Web Server)
Fungsi: Apache bertindak sebagai Web Server. Ia bertugas menerima permintaan dari browser (seperti saat Anda mengetik
localhost/proyek-laravel) dan mengirimkan kembali tampilan website kepada Anda.Port (80, 443): Ini adalah "pintu" standar untuk lalu lintas web (HTTP dan HTTPS).
2. Modul MySQL (Database Server)
Fungsi: Di sinilah semua data aplikasi Anda disimpan. Saat Anda menggunakan Laravel Eloquent atau membuat tabel melalui Filament, datanya akan disimpan dan dikelola oleh MySQL ini.
Port (3306): Ini adalah port standar yang nantinya akan Anda masukkan di file
.envpada Laravel agar aplikasi bisa terhubung ke database.
3. Tombol Aksi (Actions)
Admin (pada MySQL): Jika diklik, ini akan membuka phpMyAdmin di browser. Di sana Anda bisa melihat tabel-tabel yang dibuat oleh migrasi Laravel secara visual.
Config: Digunakan untuk mengubah pengaturan teknis, misalnya jika Anda ingin mengganti versi PHP atau menaikkan batas ukuran upload file.
4. Log Window (Bagian Bawah)
Bagian teks putih di bawah memberikan laporan status. Teks "Status change detected: running" menandakan bahwa server Anda sudah siap digunakan tanpa error.
Mari Kita Lanjutkan untuk Projek Laravel 12 dan Filament Versi 5 dengan Study Kasus Aplikasi Peminjaman Alat.
1. Fungsi dan Kegunaan Utama
Laravel 12 (The Engine)
Fungsi utama Laravel adalah sebagai fondasi atau kerangka kerja (backend framework). Ia menangani semua hal "di balik layar" agar aplikasi berjalan aman dan terstruktur.
Manajemen Database: Mengatur struktur tabel dan relasi data menggunakan Eloquent ORM.
Keamanan (Security): Menangani proteksi dari serangan CSRF, SQL Injection, dan sistem autentikasi pengguna.
Routing & API: Menentukan alamat URL aplikasi dan menyediakan data untuk aplikasi mobile atau frontend modern.
Automasi Tugas: Menangani pengiriman email otomatis, penjadwalan tugas (cron jobs), dan antrean proses berat.
Filament (The Interface Builder)
Fungsi utama Filament adalah sebagai akselerator antarmuka (UI builder). Ia memangkas waktu pembuatan halaman admin yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hitungan jam.
CRUD Generator: Membuat form tambah data, edit, dan hapus secara instan.
Table Builder: Menampilkan data dalam bentuk tabel lengkap dengan fitur filter, pencarian, dan ekspor data (Excel/PDF).
Widget Dashboard: Membuat grafik statistik (chart) dan ringkasan data di halaman depan admin.
Formulir Kompleks: Menangani input rumit seperti unggah file, rich text editor, hingga pemilihan tanggal dengan validasi otomatis.
2. Bahasa dan Teknologi yang Cocok
Untuk menguasai Laravel 12 dan Filament, ada urutan teknologi yang sangat disarankan untuk dipelajari:
Bahasa Pemrograman Wajib
PHP (Versi 8.2 ke atas): Laravel 12 dibangun dengan PHP modern. Kamu harus memahami konsep OOP (Object Oriented Programming), Attributes, dan Type Hinting.
SQL: Meskipun Laravel menggunakan Eloquent, pemahaman dasar database (MySQL/PostgreSQL) sangat penting untuk merancang struktur data yang efisien.
Ekosistem Pendukung (TALL Stack)
Filament bekerja paling maksimal dalam ekosistem yang disebut TALL Stack. Jika kamu menguasai ini, pengembangan aplikasi akan terasa sangat sinkron:
Tailwind CSS: Digunakan untuk kustomisasi tampilan. Filament menggunakan Tailwind secara penuh untuk desainnya yang modern.
Alpine.js: Bahasa JavaScript ringan untuk memberikan interaksi di sisi klien (seperti membuka modal atau dropdown) tanpa harus menulis JS yang rumit.
Laravel: Sebagai kerangka kerja inti.
Livewire: Teknologi yang memungkinkan kamu membuat fitur interaktif (seperti pencarian real-time) hanya menggunakan kode PHP tanpa perlu belajar framework JS berat seperti React atau Vue.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar